![]() |
| www.greenartindonesia.com |
Vertical
garden adalah taman yang dibangun secara tegak lurus (vertikal). Taman ini juga sering disebut taman
dinding, green wall , vertical landscape
, living wall , dan sebagainya. Sederhananya, taman vertikal berbeda dengan
taman horizontal yang kita kenal selama ini, karena ditanam secara tegak lurus.
Salah satu tujuan vertical garden adalah menciptakan untuk mengatasi masalah-masalah
di kota-kota besar. Selain itu, vertical
garden juga memivertical garden memiliki keindahan
tersendiri yang tak dimiliki taman horizontal.
liki banyak fungsi atau kegunaan. Misalnya, menjadi penahan
panas matahari, mengurangi polusi udara, meningkatkan suplai oksigen, meredam
polusi suara, dan sebagainya. Selain itu, dari sisi estetika,
Magnora atau akrab dipanggil Rina melanjutkan, ada
dua jenis vertical garden , yaitu
green facades dan living wall. Green facades merupakan dinding yang ditumbuhi
tanaman merambat yang langsung tumbuh di dinding. Sementrara living wall
merupakan dinding yang diberi media tanam untuk tumbuh tanaman. Living wall
biasanya terdiri dari rangka (frame ), panel tanaman, sistim
irigasi/peniyiraman dan pemupukan, media tanam, dan tanaman itu sendiri.
Pengganti Matahari
Untuk membuat vertical
garden, sebetulnya bisa dengan cara sederhana. Misalnya, menanam tanaman di
dalam pot kemudian disusun dari atas ke bawah. Atau, menggunakan pipa maupun
bambu untuk menanam tanaman dan disusun dari atas ke bawah.
Namun, cara-cara ini memiliki daya tahan yang
kurang maksimal. “Supaya bisa maksimal, ada baiknya menggunakan pipa dan sistem
penyiraman dan pemupukan otomatis. Khususnya bila bidang area vertical garden -nya lumayan luas atau
besar,” tambah Rina.
Aplikasi tanaman
vertikal juga bisa dibedakan menjadi vertical
garden di luar ruangan (outdoor ), di dalam ruangan (indoor ), penyekat
atau pemisah, dan penutup bangunan. Indoor vertical
garden biasanya menggunakan lampu khusus sebagai pengganti sinar matahari.
Jumlah lampu sendiri disesuaikan dengan luas bidang vertical garden- nya.
Pola penyusunan tanaman juga bisa dibedakan menjadi
beberapa macam. Di antaranya apakah hanya dengan satu jenis tanaman,
menggunakan pola tertentu, atau tumbuh alami. “Jenis tanaman bisa dipilih
tanaman lokal seperti yang biasa kita tanam. Ada sekitar tiga puluh jenis
tanaman lokal yang sudah dicoba bisa ditanam. Cuma, memang ada beberapa jenis
tanaman lokal yang tidak bisa tumbuh maksimal di vertical garden,” lanjut Rina.
teras
Perawatan taman
vertical tidak sulit, diantaranya maintenance sistem penyiraman dan
pemupukan serta pemangkasan. (Foto: Dok Taman Vertikal)
Mudah Dirawat
Perawatan vertical
garden sendiri sebetulnya tidak terlalu sulit. Yang penting maintenance ,
misalnya sebulan dua kali dicek sistem pengairan dan pemupukannya. “Lakukan
prooning atau pemangkasan kalau tanaman sudah menjuntai tidak beraturan,” kata
Rina. Pasalnya, setelah enam bulan sampai setahun, tanaman pasti akan tumbuh
lebat tidak peraturan. Selain itu, sebaiknya juga rajin-rajin membersihkan daun
atau tanaman yang jatuh ke tanah.
Rina melanjutkan, “Tidak perlu mengganti frame atau
pipa karena cukup tahan, kok. Paling kalau ada, mengganti tanaman yang mati.
Satu dua (tanaman - Red.) pasti ada yang mati, tergantung dari mana sinar
matahari datang. Pada outdoor vertical
garden , biasanya arah datangnya sinar matahari berubah-ubah. “Nah, kalau
tanaman tidak kena sinar pasti mati. Tinggal mengganti saja,” pungkasnya.
Tak Pakai Tanah
Selain komposisi, ternyata berat media tanam juga
memengaruhi tampilan dan daya tahan vertical
garden. Oleh karena itu, media tanam vertical
garden umumnya bukan tanah. Beberapa jenis media tanam yang acapkali
digunakan misalnya coco peat , sekam, rumput laut, dan sebagainya.
“Vertical
garden sebaiknya menggunakan media tanam yang ringan supaya tidak membebani
struktur dinding. Misalnya, campuran antara peat moss (gambut) dengan coco peat
. Gambut mengandung nutrisi untuk pertumbuhan dan coco peat baik untuk
menyimpan air,” lanjutnya.
Sementara jenis tanaman sebaiknya dipilih dari
jenis merambat atau tumbuh menjuntai ke bawah agar terlihat cantik. Beberapa
jenis tanaman seperti ini antara lain suplir, phytonia , bromelia, kadaka,
sirih gading, dan sebagainya. Vertical
garden juga bisa menggunakan lebih dari satu jenis tanaman. Tapi,
komposisinya sebaiknya dipilih dengan variasi warna yang seragam atau sesuai
kebutuhan dalam maupun luar ruangan.
Bagaimana dengan pengairannya? Apabila ukuran taman
vertikal tidak terlalu besar dan tinggi (maksimal 2,5 m), penyiraman dapat
dilakukan secara manual menggunakan selang. Sedangkan pemupukan dapat
menggunakan penyemprot (sprayer ). Bila ukurannya besar, penyiraman harus
menggunakan sistem mekanis dengan pompa dan pemupukan dengan infus atau dosing
unit . Agar tidak merepotkan, dapat digunakan pengatur waktu (timer ) yang akan
mengatur secara otomatis waktu-waktu penyiraman dan pemupukan.
Sumber: http://www.tabloidnova.com/Nova/Griya/Taman/Serba-Serbi-Taman-Tegak-Lurus/
Advertisement:
Advertisement:
![]() |
| www.greenartindonesia.com |


No comments:
Post a Comment