Monday, May 18, 2015

Tips Merawat Tanaman Hias Supaya Tumbuh Subur

Mempunyai hobi menanam tanaman? Kalau iya, itu adalah hobi yang sangat baik karena secara langsung/tidak langsung kita sudah membantu melakukan penghijauan. Karean dengan adanya penghijauan, itu berarti kita telah membantu mengurangi pemanasan global, terutaman di wilayah perkotaan. Selain sebagai upaya penghijauan, beberapa jenis tanaman juga bisa dijadikan hiasan (tanaman hias). Tanaman hias sering digunakan sebagai hiasan untuk mempercantik bangunan. Agar tanaman bisa tetap awet segar, anda  harus mengetahui cara-cara merawat tanaman tersebut agar tumbuh subur dan tidak mudah mati. Berikut beberapa tipsnya:

Pilih Tanaman Terbaik
Hal yang pertama yang harus diperhatikan adalah memilih tanaman apa yang sesuai dengan lokasi taman / sudut ruangan. Sebenarnya ada banyak jenis tanaman hias yang bisa ditanam tetapi tidak semuanya memiliki bunga / tampilan yang menarik. Oleh karena itu, pilihlah tanaman yang terbaik dan sesuaikan jenis-jenis tanman tersbut agar terlihat lebih menarik.

Pilih Media Tanam
Pemilihan media tanam yang baik dan tepat akan berdampak pada tingkat kesuburan tanaman.  Pada umumnya ada jenis media tanaman yang sering digunakan: media tanah langsung & menggunakan pot. Untuk jenis pohon-pohon besar, media tanah langsung adalah yang paling tepat. Di lain sisi media pot adalah media yang dianggap paling baik untuk menanam tanaman hias. Selain media tanah langsung dan pot, sebenarnya ada juga media karpet. Ini adalah media yang paling sering digunakan pada Taman Tegak / Vertical Garden.

Perhatikan Pupuk
Untuk beberapa jenis tanaman, pupuk merupakan hal yang penting dalam meningkatkan kesuburan tanaman tersebut. Pupuk sendiri dibedakan menjadi dua jenis: pupuk organik dan pupuk kimia. Pupuk organik dianggap sebagai pupuk yang paling bagus bila dugunakan sebagai pupuk dasar. Sedangkan pupuk kimia digunakan sebagai pupuk tambahan dengan penggunaannya yang harus dibatasi. 

Siram secara Teratur
Air adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup, termasuk tanaman. Tanaman yang kekurangan air akan layu, kering, dan mati. Agar tidak terjadi hal-hal tersebut, maka tanaman perlu disirami secara teratur (sehari 2 kali). Adapun waktu yang paling tepat untuk menyiram tanaman adalah pada waktu pagi dan sore hari, karena pada waktu-waktu tersebut tanaman tidak terkena teriknya sinar matahari.

Rawat Secara Detail
Merawat tanaman secara detail ternyata sangat mempengaruhi kualitas tanaman. Dengan merawat secara detail berarti merawat tanaman dari hal-hal kecil ataupun besar yang mengganggu tanaman tersebut. Perawatan tersebut bisa dengan memeriksa selalu kelembaban tanaman, kelembaban tanah, membersihkan tanaman tersebut dari tanaman-tanaman lain yang menghinggapi atau mengganggu pertumbuhannya, dan membersihkan tanaman dari daun-daun atau dahan-dahan yang kering sehingga tanaman tersebut terlihat lebih segar dan hijau.


Advertisement:
www.greenartindonesia.com

Tuesday, May 5, 2015

Teknik Taman Tegak (Vertical Garden), definisi dan keunggulan

www.greenartindonesia.com

Teknik Taman Tegak / Vertical Garden merupakan cara bertanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah-wadah yang disusun secara vertical, atau dapat dikatakan bahwa Vertical Garden merupakan upaya penanaman tanaman ke arah vertical. Dengan demikian penanaman dengan system Taman Tegak/Vertical dapat dijadikan alternative bagi masyarakat yang tinggal di kota, yang memiliki lahan sempit atau bahkan tidak ada lahan yang tersisa untuk budidaya tanaman.
Jenis-jenis tanaman yang dibudidayakan biasanya adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, berumur pendek atau tanaman semusim khususnya sayuran (seperti seledri, caisism, pack-choy, baby kalian, dan selada), dan memiliki system perakaran yang tidak terlalu luas.

Keunggulan Teknik Taman Tegak / Vertical Garden:
1. Hemat lahan dan air
2. Mendukung pertanian organik
3. Wadah media tanam disesuaikan dengan kondisi setempat
4. Umur tanaman relative pendek
5. Pemeliharaan tanaman relative sederhana
6. Dapat dilakukan oleh siapa saja yang berminat.

Pengertian Teknik Taman Tegak / Vertical Garden
Vertical Garden berasal dari bahasa inggris yang berarti Taman Tegak, artinya sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Cara bercocok tanam secara vertikultur ini sebenarnya sama saja dengan bercocok tanam di kebun atau di sawah. Perbedaannya terletak pada lahan yang digunakan. Misalnya, lahan 1 meter mungkin hanya bisa untuk menanam 5 batang tanaman. Dengan sistem vertikal bisa untuk 20 batang tanaman.
Banyak sedikitnya tanaman yang akan kita budidayakan bergantung pada model wadah yang kita gunakan.

Bentuk-bentuk Taman Tegak (Vertical Garden)
Taman Tegak (Vertical Garden) dapat dikerjakan dengan memanfaatkan bahan-bahan dan peralatan yang ada di sekitar kita. Pemilihan wadah media sebaiknya dipilih dari bahan yang cukup kokoh dan mampu berdiri tegak.

Beberapa rancangan wadah media yang umum digunakan untuk Vertical Garden adalah:
• Kolom wadah media disusun secara vertical. Setiap wadah disusun dalam posisi tegak/berdiri dan diberi lubang pada permukaannya sebagai tempat terbuka atau sebagai lubang tanam.
• Kolom wadah media disusun secara horizontal. Setiap wadah dibuat dalam bentuk kolom secara mendatar (pot, polybag, kresek, karpet) yang kemudian disusun dalam rak-rak ke arah vertikal ataupun besi.
• Wadah media gantung. Wadah media disusun saling berhubungan lalu digantung, sehingga menyerupai pot-pot gantung.

Langkah – langkah Pengerjaan Budidaya Tanaman secara Tegak / Vertical:
• Memperhatikan kondisi lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanaman (luas lahan)
• Penyiapan wadah media tanam sesuai dengan kondisi yang ada (dapat berupa bambu, pipa paralon/PVC, talang air, pot plastic, kaleng bekas, polybag, plastik kresek, dll)
• Pembuatan bangunan vertikultur
• Penyiapan media tumbuh tanaman (pupuk organic + tanah)
• Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan, tergantung kepada besar tajuk tanaman, kebutuhan sinar matahari, dan wadah yang dipilih sebagai tempat penanaman. Ke-3 faktor ini harus diperhitungkan jika dalam satu unit bangunan vertikultur dibudidayakan beberapa jenis tanaman sekaligus.
• Budidaya tanaman (Persemaian, Pembibitan, Pemeliharaan, Panen dan Pasca Panen)

Reff:
http://www.ayoberkebun.com/ide/teknik-vertikultur-definisi-dan-keunggulan.html



Advertisement:
www.greenartindonesia.com

Pengaplikasian Vertical Garden pada Taman Minimalis


Pengaplikasian Taman Tegak (Vertical Garden) pada taman minimalis sekarang ini sangatlah populer. Pasalnya, hal yang pertama kali dilihat dari rumah adalah bagian depan, dan salah satunya adalah taman. Sangatlah disayangkan bila mempunyai taman yang tidak terawat. Hal itu kadang malah bisa memperburuk kesan dari rumah itu sendiri. Perawatan taman yang baik akan berimbas pada diri si pemilik rumah itu sendiri dan juga orang sekitar yang melihatnya. Berikut adalah beberapa tips untuk merawat dan mempercantik taman rumah.
www.greenartindonesia.com

Taman rumah minimalis dapat dipercantik dengan menghiasinya dengan berbagai macam pohon, tanaman hias, atau bahkan Vertical Garden / taman tegak. Hal yang terpenting untuk anda perhatikan adalah menata dan mendesain taman rumah anda. Ada baiknya jika anda paham betul jenis-jenis tanaman yang ada di sekitar taman rumah anda. Karna karakteristik setiap tanaman itu berbeda, maka perawatannya pun juga akan berbeda, terutama pada jenis Taman Tegak / Vertical Garden. Karen jenis taman tegak (Vertical Garden) ini adalah jenis taman yang bisa diaplikasikan untuk outdoor maupun indor, sekarang anda pun bisa menikmati taman yang rimbun tanpa harus keluar ruangan. Keberadaan taman yang tanaman-tanamannya tumbuh dengan rimbun dan segar akan membuat suasana semakin damai.

Taman Tegak / Vertical Garden sebaiknya ditumbuhi oleh tanaman yang lambat pertumbuhannya. Pertumbuhan tanaman yang terlalu cepat akan memakan banyak biaya dalam perawatannya. Adapun kebaikan dari taman tegak (Vertical Garden) adalah karena tidak terlalu membutuhkan pemangkasan yang rutin ketika tumbuhan sudah jadi karena pemilihan jenis tanamannya termasuk tanaman yang lambat pertumbuhanntya. Tetapi sebelum tanaman-tanaman pada jenis taman vertical ini belum jadi / belum lebat, memang perlu dilakukan perawatan yang rutin. Penggunaan taman tegak / Vertical Garden sebenarnya bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi lahan sempit karena sebenarnya anda pun bisa menggunakan pot sebagai media tanam. Akan tetapi, dengan pengaplikasian Vertical Garden di rumah anda, anda bisa menikmati suasana taman yang berbeda dari biasanya.
www.greenartindonesia.com

Kebersihan taman tegak / Vertical Garden pun perlu diperhatikan. Jika terdapat tanaman atau daun yang kering sebaiknya dibersihkan supaya terlihat lebih segar. Siramlah tanaman vertical dengan teratur dengan menggunakan sprinkle irrigation otomatis. Disamping itu, pembuatan aliran air untuk taman pun dibutuhkan. Pada jenis taman tegak / Vertical Garden ini pun bisa ditambahkan berbagai macam aksesoris. Dengan demikian anda bisa mewujudkan taman minimalis yang indah, nyaman, mewah dan terkesan tidak mononton karena terdapat jenis Taman Tegak / Vertical Garden.


Advertisement:
www.greenartindonesia.com


Monday, May 4, 2015

Beberapa Tips Merawat Taman (meliputi taman horisontal maupun vertical garden)

www.greenartindonesia.com

Bertikut ini adalah beberapa tips dalam merawat taman (Taman Horisontal & Taman Vertical)

PENYIRAMAN
 Setidaknya ada empat cara penyiraman taman (entah taman horisontal maupaun taman vertical)
1. SPRINKLE
(bisa dibeli dipasaran) pemilihan jenisnya sebaiknya disesuaikan dengan luas lahan yang ada. Cara ini praktis tetapi membuat kelembaban tanah menjadi tinggi. Di taman tegak / vertical garden, cara ini adalah cara yang paling efektif.
2. Penyiraman taman dengan sistem KABUT, yaitu pipa yang telah dilubangi dengan ukuran kecil didorong dengan mesin pompa air, maka lobang dari pipa-pipa yang diletakkan diatas, mengeluarkan uap air. Namun Sistem ini masih mahal, disamping itu kita harus hati-hati dengan masalah filternya, agar kotoran tidak ikut masuk.
3. Penyiraman taman vertical ataupun horisontal dengan menggunakan SELANG AIR, ini cara konvensional, dan cara ini yang biasa kita gunakan tentunya...tapi cara ini agak kurang terlalu efektif (menurut pakarnya), dengan cara ini biasanya tanaman mendapatkan air berlebih.
4. Penyiraman taman dengan sistem IRIGASI TETES merupakan cara yang paling efisien. Air yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan pada waktu yang telah ditentukan. Cara ini juga merupakan cara yang sering digunakan pada jenis taman tegak (Vertical Garden)

PEMBASMIAN HAMA
Pembasmian Hama meliputi:
1. Menjaga kebersihan tanaman dan lingkungannya
2. Mengendalikan Kelembaban, terutama pada jenis taman tegak (Vertical Garden)
3. Kuratif dengan cara mekanik(langsung mengambil hama tanaman, seperti belalang/serangga lainnya)
4. Memberi obat-obatan biologi. Ini cara yang paling aman dan ramah lingkungan.
5. Menggunakan Pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit. Tetapi penggunaan pestisida tidak terlalu disarankan pada jenis taman tegak / Vertical Garden

PEMANGKASAN (Pada taman horisontal maupun Vertical Garden)
Cara ini adalah dengan memotong dominasi tunas atas. Pemangkasan dilakukan agar pucuk tanaman tidak dominan sehingga terciptalah taman yang rapi. Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada daun besar dan tua karena memiliki batang yang lebih keras. Jika daun muda yang dipangkas, akan menimbulkan infeksi. Infeksi juga akan terjadi jika pemangkasan berulang-ulang karena membuat bidang luka kecil. Sebaiknya pemangkasan dilakukan sekali tebas/sekali potong. Akan tetapi pada jenis taman tegak / Vertical Garden, pemangkasan cukup ditujukan pada daun atau cabang yang kering saja sehingga terlihat lebih hijau.

PENGGANTIAN TANAMAN
Penggantian Tanaman ini dilakukan jika tanaman sudah terlalu besar dan rimbun, serta tidak sesuai lagi dengan media tanamnya. Seringnya ini terjadi pada Taman Tegak (Vertical Garden)

PERBANYAKAN
Beberapa cara perbanyakan antara lain:
1. Stek, yaitu memotong batang lalu ditumbuhkan, dan akan muncul pucuk baru.
2. Cangkok, proses ini mirip stek, tetapi diakarkan terlebih dahulu. Dilakukan pada tanaman berkambium. Proses pencangkokan jangan dilakukan pada batang yang muda.
3. Benih, berupa biji dari tanaman
4. Okulasi, menempelkan mata tunas dari satu tanaman ke batang tanaman lain.

PEMUPUKAN
Pupuk ada yang cepat urai dan lambat urai. Pupuk cepat urai berupa bubuk yang langsung cair ketika dicampur dengan air. Setelah jadi cairan, pupuk bisa disiramkan pada tanaman. penggunaannya seminggu sekali paling tidak. Pupuk lambat Urai berbentuk butiran, pupuk ini cukup diberikan satu kali dalam tiga atau enam bulan sekal, ini lebih mudah dan praktis. Di taman tegak / Vertical Garden, pemupukan dilakukan dengan cara dilarutkan bersama pengairan lewat sprinkle irrigation.


Demikianlah beberapa tips merawat taman. Entah jenis taman horisontal ataupun vertical, mereka sama-sama membutuhkan perawatan agar tetap dan semakin terlihat indah.


Advertisement:
www.greenartindonesia.com

Seputar Taman Tegak (Vertical Garden)



www.greenartindonesia.com

Vertical garden adalah taman yang dibangun secara tegak lurus (vertikal). Taman ini juga sering disebut taman dinding, green wall , vertical landscape , living wall , dan sebagainya. Sederhananya, taman vertikal berbeda dengan taman horizontal yang kita kenal selama ini, karena ditanam secara tegak lurus.

Salah satu tujuan vertical garden adalah menciptakan untuk mengatasi masalah-masalah di kota-kota besar. Selain itu, vertical garden juga memivertical garden memiliki keindahan tersendiri yang tak dimiliki taman horizontal.
liki banyak fungsi atau kegunaan. Misalnya, menjadi penahan panas matahari, mengurangi polusi udara, meningkatkan suplai oksigen, meredam polusi suara, dan sebagainya. Selain itu, dari sisi estetika,

Magnora atau akrab dipanggil Rina melanjutkan, ada dua jenis vertical garden , yaitu green facades dan living wall. Green facades merupakan dinding yang ditumbuhi tanaman merambat yang langsung tumbuh di dinding. Sementrara living wall merupakan dinding yang diberi media tanam untuk tumbuh tanaman. Living wall biasanya terdiri dari rangka (frame ), panel tanaman, sistim irigasi/peniyiraman dan pemupukan, media tanam, dan tanaman itu sendiri.

Pengganti Matahari

Untuk membuat vertical garden, sebetulnya bisa dengan cara sederhana. Misalnya, menanam tanaman di dalam pot kemudian disusun dari atas ke bawah. Atau, menggunakan pipa maupun bambu untuk menanam tanaman dan disusun dari atas ke bawah.

Namun, cara-cara ini memiliki daya tahan yang kurang maksimal. “Supaya bisa maksimal, ada baiknya menggunakan pipa dan sistem penyiraman dan pemupukan otomatis. Khususnya bila bidang area vertical garden -nya lumayan luas atau besar,” tambah Rina.

Aplikasi tanaman vertikal juga bisa dibedakan menjadi vertical garden di luar ruangan (outdoor ), di dalam ruangan (indoor ), penyekat atau pemisah, dan penutup bangunan. Indoor vertical garden biasanya menggunakan lampu khusus sebagai pengganti sinar matahari. Jumlah lampu sendiri disesuaikan dengan luas bidang vertical garden- nya.

Pola penyusunan tanaman juga bisa dibedakan menjadi beberapa macam. Di antaranya apakah hanya dengan satu jenis tanaman, menggunakan pola tertentu, atau tumbuh alami. “Jenis tanaman bisa dipilih tanaman lokal seperti yang biasa kita tanam. Ada sekitar tiga puluh jenis tanaman lokal yang sudah dicoba bisa ditanam. Cuma, memang ada beberapa jenis tanaman lokal yang tidak bisa tumbuh maksimal di vertical garden,” lanjut Rina.

teras
Perawatan taman vertical tidak sulit, diantaranya maintenance sistem penyiraman dan pemupukan serta pemangkasan. (Foto: Dok Taman Vertikal)
Mudah Dirawat

Perawatan vertical garden sendiri sebetulnya tidak terlalu sulit. Yang penting maintenance , misalnya sebulan dua kali dicek sistem pengairan dan pemupukannya. “Lakukan prooning atau pemangkasan kalau tanaman sudah menjuntai tidak beraturan,” kata Rina. Pasalnya, setelah enam bulan sampai setahun, tanaman pasti akan tumbuh lebat tidak peraturan. Selain itu, sebaiknya juga rajin-rajin membersihkan daun atau tanaman yang jatuh ke tanah.

Rina melanjutkan, “Tidak perlu mengganti frame atau pipa karena cukup tahan, kok. Paling kalau ada, mengganti tanaman yang mati. Satu dua (tanaman - Red.) pasti ada yang mati, tergantung dari mana sinar matahari datang. Pada outdoor vertical garden , biasanya arah datangnya sinar matahari berubah-ubah. “Nah, kalau tanaman tidak kena sinar pasti mati. Tinggal mengganti saja,” pungkasnya.

Tak Pakai Tanah

Selain komposisi, ternyata berat media tanam juga memengaruhi tampilan dan daya tahan vertical garden. Oleh karena itu, media tanam vertical garden umumnya bukan tanah. Beberapa jenis media tanam yang acapkali digunakan misalnya coco peat , sekam, rumput laut, dan sebagainya.

Vertical garden sebaiknya menggunakan media tanam yang ringan supaya tidak membebani struktur dinding. Misalnya, campuran antara peat moss (gambut) dengan coco peat . Gambut mengandung nutrisi untuk pertumbuhan dan coco peat baik untuk menyimpan air,” lanjutnya.

Sementara jenis tanaman sebaiknya dipilih dari jenis merambat atau tumbuh menjuntai ke bawah agar terlihat cantik. Beberapa jenis tanaman seperti ini antara lain suplir, phytonia , bromelia, kadaka, sirih gading, dan sebagainya. Vertical garden juga bisa menggunakan lebih dari satu jenis tanaman. Tapi, komposisinya sebaiknya dipilih dengan variasi warna yang seragam atau sesuai kebutuhan dalam maupun luar ruangan.

Bagaimana dengan pengairannya? Apabila ukuran taman vertikal tidak terlalu besar dan tinggi (maksimal 2,5 m), penyiraman dapat dilakukan secara manual menggunakan selang. Sedangkan pemupukan dapat menggunakan penyemprot (sprayer ). Bila ukurannya besar, penyiraman harus menggunakan sistem mekanis dengan pompa dan pemupukan dengan infus atau dosing unit . Agar tidak merepotkan, dapat digunakan pengatur waktu (timer ) yang akan mengatur secara otomatis waktu-waktu penyiraman dan pemupukan.

Wednesday, April 29, 2015

Price List Vertical Garden (Taman Tegak) & Landscape

PRICE LIST VERTICAL GARDEN (TAMAN TEGAK)


PRICE LIST LANDSCAPE TAMAN
1. Paket 1 : Rp 350.000. Minimal 25 m2. Paket ini terdiri dari Pupuk, rumput gajah mini, tanaman tabebuya bunga kuning, stepping stone, batu templek, air mancur batu fountain portable, dan scrub berbunga. 2. Paket 2 : Rp 250.000. Minimal 25 m2. Paket ini terdiri dari Pupuk, Rumput gajah mini, Tanaman palem ekor tupai, Alokasia, Stepping stone, dan Scrub berbunga. 3. Paket 3 : Rp 200.000. Minimal 25 m2. Paket ini terdiri dari Rumput gajah mini, Pandan bali, Alokasia, Stepping stone.
Mengenai Tumbuhan Besar kami Menghitung berdasarkan jenis tanaman yang diinginkan.


*Jika anda berminat, anda bisa HUBUNGI:
          M. Husen Yusuf
                    HP: 082226225000 / WA: 085726481234
                    PIN BBM: 5484B8F0


Advertisement:
www.greenartindonesia.com

Monday, April 27, 2015

Tips Perawatan Taman Tegak / Vertical Garden



www.greenartindonesia.com

Sebagaimana tanaman lainnya, vertical gardenperlu mendapatkan perawatan agar tampil prima. Perawatan tersebut meliputi penyiraman, pemupukan, pemangkasan, serta penanganan hama dan penyakit.

Penyiraman 
Pada vertical garden dengan sistem pot atau multipot, penyiraman dapat dilakukan 1—2 kali sehari. Sementara itu, pada sistem pocket karpet, penyiraman dilakukan dengan membasahi areal karpet sebanyak 4—5 kali sehari agar kelembapannya tetap terjaga.

Pengairan dapat dilakukan secara otomatis menggunakan alat khusus berupa time controller. Dengan alat ini, waktu penyiraman dapat diatur sesuai dengan kebutuhan tanaman. Dalam melakukan penyiraman, hendaknya arah dan aliran air juga diperhatikan sedemikian rupa. Jangan sampai air siraman justru mengotori lantai, tembok, atau bagian rumah lainnya. Lebih baik lagi, jika air bekas siraman dapat ditampung, disaring, dan dialirkan lagi ke tanaman, sehingga penyiraman menjadi lebih hemat dan efisien.

Pemupukan
Agar tanaman selalu mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya, Anda juga mesti melakukan pemupukan secara berkala. Pemupukan yang paling ideal adalah menggunakan pupuk hidroponik berupa pupuk AB Mix. Pupuk tersebut mengandung hampir semua unsur makro dan mikro yang diperlukan oleh tanaman. Pemberiannya cukup seminggu dua kali. Aplikasinya dilakukan dengan mencairkan pupuk tersebut dalam sebuah tandon pengairan.

Pemangkasan
Untuk mengontrol pertumbuhan tanaman, perlu dilakukan pemangkasan maksimum 1—2 kali setahun. Pemangkasan tidak hanya berfungsi mengurangi ukuran tanaman, tetapi juga untuk merangsang daun mengeluarkan tunas baru sehingga tanaman tampak lebih rimbun. Selain itu, jangan lupauntuk membuang daun yang sudah tua, merapikan perakaran, dan membuang tanaman yang mati atau busuk.

Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian hama atau penyakit bisa dilakukan dengan memberikan pestisida atau insektisida sesuai dengan kebutuhan tanaman. Aplikasinya diberikan melalui penyemprotan atau dicampur bersamaan dengan penyiraman.